Lodaer Img

Pain Management

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. DR. dr. Mahar Mardjono Jakarta menghadirkan layanan manajemen nyeri (pain management) yang terintegrasi dan komprehensif untuk pasien dengan berbagai kondisi neurologis dan medis kompleks. Layanan ini fokus pada penanganan nyeri akut maupun kronis dengan pendekatan multidisipliner yang melibatkan dokter spesialis neurologi terutama klinisi di bidang nyeri dan nyeri kepala, fisioterapi, ahli rehabilitasi medik serta psikolog. Melalui evaluasi menyeluruh dan penggunaan teknologi medis terbaru, rumah sakit ini berupaya memberikan tatalaksana nyeri dan nyeri kepala yang efektif dan aman, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien selama proses pemulihan.

Keunggulan layanan Pain Management

  • Tim medis yang ahli dan berpengalaman di bidang nyeri dan nyeri kepala.
  • Fasilitas diagnostik dan terapi yang modern dan lengkap.
  • Pendekatan multidisipliner yang menyeluruh untuk penanganan nyeri (Neurologist, Pain and Headache Physician, Functional and Pain Neurosurgeon, Adult and Child Psychologist for Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Physiotherapist, Physical Medicine and Rehabilitation, Occupational Therapist)
  • Pelayanan ramah pasien dengan dukungan teknologi komunikasi untuk konsultasi jarak jauh.
  • Komitmen terhadap inovasi dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.
  • Penanganan nyeri dan nyeri kepala yang tepat, aman, dan terpercaya bagi pasien dengan berbagai kondisi.

Pertanyaan umum terkait layanan

Apa saja jenis nyeri yang dapat ditangani?

Nyeri neuropatik, nyeri paska operasi, dan nyeri kronis lainnya.

Bagaimana prosedur penanganan nyeri di RSPON?

Pasien menjalani konsultasi medis lengkap, pemeriksaan diagnostik, dan rencana terapi yang disesuaikan dengan kondisi.

Apakah terapi hanya melibatkan obat-obatan?

Tidak, terapi juga mencakup tindakan intervensional, fisioterapi, dan terapi psikologis sesuai kebutuhan. Tatalaksana intervensi nyeri mencakup prosedur IPM (neural block, regenerative medicine , dry needling, prosedur ablasi menggunakan modalitas radiofrekuensi termal maupun pulsed radiofrekuensi, cryoablasi) prosedur intratekal (baklofen, morfin) , spinal cord stimulation (SCS).

Prosedur terkait layanan nyeri kepala antara lain analisis penyebab nyeri kepala (primer atau sekunder) , anti-CGRP sublingual (rimegepant ODT), headache infusion therapy (opioid, ketamine , magnesium) , botulinum toxin-A for migraine headache, monoclonal antibody for headache (eptinezumab) dan prosedur diagnostik pada nyeri kepala terkait perubahan tekanan intrakranial ex: digital substraction myelography (DSM) for Spontaneous Intracranial Hypotension (SIH) dan epidural blood patch (EBP) for CSF leakage.

Berapa lama biasanya terapi nyeri berlangsung?

Durasi terapi bervariasi tergantung pada kondisi dan respons pasien terhadap pengobatan.