🧠 Berita RSPON – Pendekatan edukasi stroke bukan hanya membahas tentang faktor resiko dan juga tanda-tanda saat seseorang mengalami serangan, tetapi juga bagaimana pemeriksaan yang dilakukan serta pemulihan pasca stroke. Pada Rabu, 15 April 2026 diselenggarakan edukasi “Keamanan Pemeriksaan Radiologi pada Pasien Stroke” dan “Aktivitas Harian Aman untuk Pasien Stroke” di Aula Lantai 13 Gedung B Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Jakarta).

Edukasi ini berlangsung selama kurang lebih 2 (dua) jam dan merupakan bagian dari kegiatan rutin yang diadakan oleh RSPON Jakarta yang diawali dengan senam stroke bersama Club Stroke RSPON sebagai partisipan. Senam dan Edukasi ini tidak hanya dihadiri oleh para pasien pasca stroke saja, mereka juga didampingi oleh anggota keluarga yang berperan sebagai caregiver. Selama kegiatan berlangsung, tercipta interaksi yang interaktif berupa tanya jawab antara partisipan dengan narasumber ahli dari RSPON Mahar Mardjono Jakarta yaitu dr. Febian Sandra, Sp.Rad yang membahas materi “Keamanan Pemeriksaan Radiologi pada Pasien Stroke” dan Wiwit Amelia, A.Md.OT yang membahas materi “Aktivitas Harian Aman untuk Pasien Stroke”.

Melalui edukasi ini, diharapkan partisipan dapat memahami materi yang disampaikan bahwa Pemeriksaan Radiologi aman dilakukan pada Pasien Stroke apabila pasien mengikuti prosedur serta arahan radiografer selama proses pengambilan citra dilakukan, meliputi memverifikasi data terlebih dahulu sehingga jenis pemeriksaan sesuai dengan surat pengantar dari dokter, nantinya petugas akan menanyakan riwayat penyakit, alergi, atau penggunaan implan logam. Pasien diminta melepas benda logam (jam tangan, perhiasan, kacamata) dan mengganti pakaian dengan baju khusus pemeriksaan bila diperlukan. Apabila persiapan telah dijalankan, pemeriksaan dapat dilakukan. Pasien dipastikan akan merasa aman sampai pemeriksaan selesai.

Lalu dalam edukasi tentang penerapan aktivitas harian pada pasien stroke yang berfokus pada meningkatkan fungsi motorik dan koordinasi, melatih kemampuan kognitif dan persepsi, adaptasi lingkungan serta penggunaan alat bantu bila diperlukan. Bentuk latihan yang dipaparkan meliputi:
1. Aktivitas Perawatan Diri (Basic ADL)
- Makan dan Minum (Latihan menggenggam sendok/gelas, Menggunakan tangan sisi lemah secara bertahap)
- Berpakaian (Memakai baju dari sisi lemah terlebih dahulu, Latihan penggunaan kancing, resleting, atau velcro)
- Mandi dan Kebersihan Diri (Latihan berdiri atau duduk stabil saat mandi, Menggunakan kursi mandi atau pegangan)
- Toileting (Latihan transfer dari kursi roda ke toilet, Penguatan keseimbangan saat duduk–berdiri)
2. Aktivitas Instrumental (IADL)
- Menyiapkan makanan sederhana
- Menyapu atau merapikan tempat tidur
- Mengelola obat harian
- Mengatur uang atau berbelanja ringan
3. Latihan Motorik & Sensorik dalam Aktivitas
- Latihan menggenggam bola atau spons
- Memindahkan benda kecil (kancing, koin)
- Aktivitas dua tangan (melipat handuk)
- Stimulasi sensori (mengenali tekstur benda)
4. Latihan Kognitif & Persepsi
    Jika terdapat gangguan kognitif, dapat melakukan latihan memori sederhana seperti: Menyusun puzzle, Latihan atensi dan konsentrasi, Mengenali sisi tubuh yang lemah (untuk pasien dengan neglect).

Diharapkan melalui edukasi tentang penerapan aktivitas harian yang aman untuk pasien stroke ini adalah pasien kembali mandiri semaksimal mungkin, meningkatkan rasa percaya diri, mengurangi ketergantungan, dan meningkatkan kualitas hidup (mfy/humas)

Share:

Tags: RSPON, Berita

admin.rspon.go.id
Tim Humas RSPON