🧠 Berita RSPON – Sebagai bentuk peningkatan kapasitas keilmuan dan keterampilan dalam bidang neurovaskular dan microneurosurgery, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menggelar 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course. Acara ini berlangsung pada 30 Mei - 4 Juni 2026 yang didukung oleh 22 fakultas terdiri dari 12 fakultas dari RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan 10 Narasumber Internasional yang berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Kolombia, Thailand, Mexico, Malaysia, Portugal, serta Hongkong.

Rangkaian kegiatan dari acara ini meliputi Microvascular Anastomosis Hands-On Course, Cadaver Dissection Hands-On Course, dan Live Surgery Course yang berlangsung di Auditorium Lantai 16 Gedung B, RSPON Mahar Mardjono Jakarta.
Acara ini dibuka oleh sambutan dari Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta (dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS) yang menyampaikan bahwa dengan terselenggaranya 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course, menjadi ujung tombak bagi misi peningkatan kapasitas dan kemandirian layanan bedah saraf Indonesia sesuai dengan transformasi layanan kesehatan yang sudah dimulai sejak tahun 2022. Sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Ir. Budi Gunadi Sadikin), diharapkan ilmu dan keterampilan yang didapat melalui pelatihan ini nantinya dapat dirasakan layanannya oleh seluruh masyarakat di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ahli Bedah Saraf Indonesia (dr. Bair Ginting, Sp.BS., FINSS, FIS) menyampaikan melalui sambutannya bahwa stroke masih merupakan salah satu tantangan besar dalam pelayanan kesehatan di Indonesia, penanganannya membutuhkan sistem yang terintegrasi, multidisiplin, dan pemenuhan kompetensi yang terus diperbarui. Dokter bedah saraf memiliki kontribusi strategis dalam penanganan stroke, khususnya dalam kasus-kasus neurovaskular yang membutuhkan intervensi operatif maupun tata laksana lanjutan yang cepat dan akurat. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan jaringan layanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya meningkatkan kualitas penanganan pasien stroke di Indonesia. Menurutnya, melalui kegiatan workshop yang akan berjalan selama 6 (enam) hari kedepan ini dapat mendukung penguatan kompetensi tersebut untuk memperkuat bidang neurovaskular baik dalam pendidikan, praktis klinis, maupun pengembangan layanan yang berorientasi pada keselamatan dan kualitas pelayanan pasien. 

Direktur Pelayanan Klinis Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (dr. Obrin Parulian, M.Kes) yang turut hadir melalui zoom meeting menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas acara 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course, dengan harapan ilmu dan keterampilan yang didapatkan melalui pelatihan ini dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. (mfy/humas)

Share:

Tags: RSPON, Berita

admin.rspon.go.id
Tim Humas RSPON