🧠 Berita RSPON – Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) terus meningkatkan awareness kepada masyarakat, khususnya terkait Alzheimer. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Pasien dan Keluarga bertema "Perkembangan Terkini Pengobatan Alzheimer dan Mengenali Tanda Masalah Gigi pada Pasien Alzheimer".
Dalam kegiatan tersebut, Dokter Spesialis Neurologi RSPON Mahar Mardjono Jakarta, dr. Nanda Charitanadya Adhitama, Sp.N, memaparkan perkembangan terkini pengobatan Alzheimer. Sementara itu, drg. Muhammad Rizky,Sp.KG, memberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali kesehatan gigi pada pasien Alzheimer.
Dalam pemaparannya, dr. Nanda menjelaskan bahwa Alzheimer bukanlah penyakit yang muncul secara tiba-tiba. Proses perubahan pada otak, termasuk penumpukan plak amiloid, dapat berlangsung selama 15 hingga 20 tahun sebelum gejala terlihat. Kondisi ini dapat berkembang dari gangguan kognitif ringan (Mild Cognitive Impairment/MCI) hingga demensia yang menyebabkan pasien semakin bergantung penuh pada keluarga.
Karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal Alzheimer, seperti sering mengulang pertanyaan yang sama, kesulitan menemukan kata-kata, bingung terhadap waktu dan tempat, sering kehilangan barang, kesulitan melakukan aktivitas yang sebelumnya familiar, hingga perubahan perilaku.
dr. Nanda menjelaskan bahwa saat ini telah berkembang metode pemeriksaan biomarker melalui darah untuk membantu mendeteksi adanya plak amiloid. Sementara untuk terapi, selain terapi simtomatik seperti donepezil, kini telah dikembangkan terapi disease modifying therapy seperti lecanemab dan donanemab yang diharapkan dapat memperlambat perkembangan penyakit pada pasien tahap awal.
Selain perkembangan diagnosis dan pengobatan, dr. Nanda juga menekankan pentingnya pengendalian faktor risiko demensia. Menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, rutin beraktivitas fisik, menerapkan pola makan sehat, melatih kemampuan kognitif seperti membaca dan bermain puzzle, menjaga kualitas tidur, serta tetap aktif bersosialisasi menjadi kunci menjaga fungsi otak.
Edukasi kemudian dilanjutkan oleh drg. Muhammad Rizky yang mengingatkan bahwa kesehatan gigi dan mulut juga perlu mendapat perhatian pada pasien Alzheimer. Gangguan kognitif dapat membuat pasien lupa tahapan menyikat gigi, kesulitan mengenali alat, hingga tidak mampu menyampaikan rasa sakit secara jelas.
Keluarga perlu memperhatikan perubahan seperti cara makan yang berubah, wajah meringis, gelisah, bibir kering, lidah berlapis keputihan, gusi memerah, gigi berlubang, gigi patah, sariawan, mulut kering, maupun masalah pada gigi palsu.
Untuk perawatan pasien Alzheimer, drg. Rizky menyarankan agar bantuan menyikat gigi diberikan secara bertahap dengan satu instruksi satu langkah, dilakukan pada saat pasien dalam kondisi tenang, serta didampingi dengan memegang sikat bersama-sama. Setiap perawatan yang dilakukan juga sebaiknya dicatat untuk dikonsultasikan saat pemeriksaan rutin.
Melalui kegiatan ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta mengajak masyarakat dan keluarga untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi pasien dan tidak menunggu keluhan muncul sebelum melakukan pemeriksaan. Perawatan rutin, baik kesehatan otak maupun gigi dan mulut, menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas hidup pasien Alzheimer. (S.A/humas)